InsyaAllah, You're My Future. ♥️
Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan dari dirinya. Yang selalu menjadi candu bagiku untuk terus tertawa dan tersenyum tanpa melihat sisi buruk yang dia punya. Entah mengapa hatiku sungguh sesak karena aku terlalu memikirkannya. Hatiku seraya ingin memberontak melampiaskan protesnya tidak terima. Ya, kecewa. Hatiku sangat kecewa. Semua janji yang dibuat olehnya saat kita pertama kali untuk sepakat berkomitmen tidak untuk berpacaran, mempercayai bahwa kita sanggup untuk bisa saling menjaga perasaan cinta dan sayang, bahkan selalu mengingatkan untuk tidak memutuskan komunikasi yang sangat penting bagi suatu hubungan. Dia mengingkari semuanya. Aku tidak tahu apa maksud dari perbuatan dia yang seperti saat ini selain pengakuan dia yang dibuat dengan penuh penekanan pada saat itu. Dia mengatakan bahwa dia merasa bosan, tidak nyaman lagi denganku. Aku tidak menyangka dalam waktu 3 detik kalimat darinya membuatku terus menerus meneteskan air mata. Berhari-hari setelah mengetahui...